Produktivitas Afiks Pembentuk Kelas Kata Dalam Bahasa Kaili Dialek Doi: Kajian Morfologis

  • Crisicel Laganda Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • Viola Oktavia Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • Nadia Salsabila Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • Nagita Silpana Manemba Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
Keywords: afiksasi, morfologi, produktifitas afiksasi, pembentukan kata, bahasa Kaili dialek Doi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan produktivitas afiks pembentuk kelas kata dalam Bahasa Kaili dialek Doi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya dokumentasi linguistik mengenai sistem morfologi Bahasa Kaili, khususnya yang berkaitan dengan proses afiksasi sebagai mekanisme pembentukan kata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan penutur asli Bahasa Kaili dialek Doi yang diperoleh di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan melalui teknik simak, wawancara, rekam, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL), lesap, ganti, dan ubah wujud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiks pembentuk nomina terdiri atas prefiks {topo-}, {to-}, {pang-}, {po-}, dan {ditopo-}, sufiks {-ka}, serta konfiks {na-/-saka}, {nipaka-/-na}, {pe-/-na}, dan {nika-/-ti}. Afiks pembentuk adjektiva ditemukan dalam bentuk prefiks {mpe-}, afiks pembentuk verba meliputi prefiks {no-}, {ne-}, dan {na-}, sedangkan afiks pembentuk adverbia terdiri atas sufiks {-puna} dan klitika {-mo}. Afiks-afiks tersebut membentuk berbagai makna gramatikal, seperti pelaku, alat, hasil, proses, keadaan, tindakan, intensitas, dan penegasan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem afiksasi Bahasa Kaili dialek Doi bersifat produktif karena mampu membentuk berbagai kelas kata secara sistematis melalui pola derivasi yang relatif konsisten. Penelitian ini memperkaya kajian morfologi bahasa daerah di Indonesia serta menyediakan data empiris yang mendukung dokumentasi, pelestarian, dan pengembangan Bahasa Kaili.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus, N., Jerniati, Garing, J., Herianah, H., Musayyedah, Hastianah, H., & Syamsulrijal. (2024). Verbalization affixes in the Limola language: A descriptive analysis. Theory and Practice in Language Studies, 14(12), 3712–3723. https://doi.org/10.17507/tpls.1412.05

Faisal, M., Hamzah, R. A., & Syahreza, A. (2025). Struktur kebahasaan bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa (Morfologi). Jurnal Bima Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(2), 351–360. https://doi.org/10.61132/bima.v3i2.1745

Firman, A. D. (2023). Afiks derivational pembentuk verba dalam bahasa Bugis (Verb forming derivational affixes in Buginese language). Kandai, 8(1), 33–44.

Indi, H. M., Mat, A. C., & Kertanah, A. (2026). Perbandingan strategi pembugaran bahasa Melayu di Malaysia dan pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Melayu Jurnal Antarabangsa Dunia Melayu, 19(1), 123. https://doi.org/10.37052/jm.19(1)no5

Kasmawati. (2016). Pengembangan linguistik ke masa depan telaah hubungan bahasa, pengetahuan, dan lingkungan (Sebuah pendekatan ekolinguistik). 2(1), 25–34.

Li, J. (2025). Changes in linguistic etiquette of modern Japanese: Borrowing and transformation of traditional forms of expression. Folia Linguistica, 60(1), 231–264. https://doi.org/10.1515/flin-2024-0030

Marbun, R., Ginting, J. C., Samosir, J. A., & Ambarita, E. (2026). Derivational suffixes on ulangen in the Karo language Bible. LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(1), 26–34. https://doi.org/10.51878/language.v6i1.9289

Megaria, M. (2013). Afiks pembentuk adjektiva dalam bahasa Lampung dialek A logat Belalau (Analisis morfologis). LOKABASA, 4(2). https://doi.org/10.17509/jlb.v4i2.3146

Oktaviani, D., Rahmah, L. N., & Dewi, P. N. H. F. (2025). Analisis morfologi dalam pengembangan bahasa dan budaya. Journal Central Publisher, 1(11), 1237–1241. https://doi.org/10.60145/jcp.v1i11.234

Pangastryan, W. P. (2017). Proses morfologis kata maju beserta turunannya. https://eprints.undip.ac.id/58067/

Panjaitan, T. K., Amalia, D., Nasution, A. K., Husna, H., Rambe, N. F. S., Ripai, M., Anggini, P., Zafira, P. A., Harahap, R., & Herman, H. (2025). Analisis akuisisi bahasa bilingual (Bahasa Indonesia dan bahasa daerah) pada anak usia dini di Indonesia: Tantangan dan strategi pelestarian bahasa lokal di era digital. Journal of Education Transportation and Business, 2(2), 477–487. https://doi.org/10.57235/jetbus.v2i2.7192

Pateda, L., Hula, I. R. N., Bahri, R. Bt. Hj., & Hasaniyah, N. (2025). Morphological typology of the Gorontalo language: Affixation and reduplication in an Austronesian language of Sulawesi. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 20(2), 98–117. https://doi.org/10.18860/ling.v20i2.36407

Ramadanis S, F. (2020). Hakikat makna dan hubungan antar makna dalam kajian semantik bahasa Arab. Taqdir.

Rizki, R., Tahir, M., & Syamsuddin, S. (2026). Adverbs of verbs in the Kaili language, Ledo dialect: A study of structure and semantics. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(1), 83–99. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7415

Saputra, G. A. W., Irawan, I., Sucipta, I. M. D., & Fazalani, R. (2025). Penggunaan afiks dalam bahasa Indonesia: Studi morfologis pada artikel berita online. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 3(2), 463–469. https://doi.org/10.59686/jtwb.v3i2.191

Sari, P. D., Baehaqie, I., & Rustono, R. (2026). Morphology and syntax: The relationship between word formation and sentence structure in Indonesian learning. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 25(1), 62–70. https://doi.org/10.21009/bahtera.251.07

Srisudarso, M., Hermanto, B., & Putri, Y. P. (2024). Linguistik umum.

Wurjantoro, W. (2026). Kombinasi afiks me- dan -kan dalam pembentukan verba dan adjektiva yang berasal dari kategori adjektiva. Journal of Comprehensive Science (JCS), 5(2), 531–538. https://doi.org/10.59188/jcs.v5i2.4042

Published
2026-08-20
How to Cite
Laganda, C., Oktavia, V., Salsabila, N., & Manemba, N. S. (2026). Produktivitas Afiks Pembentuk Kelas Kata Dalam Bahasa Kaili Dialek Doi: Kajian Morfologis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3830-3838. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3794
Section
Articles