Kritik Sosial dalam Cerpen “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” Karya Umar Kayam: Kajian Sosiologi Sastra

  • Masnita Massuguni STIKES Datu Kamanre, Indonesia
  • Budi Hartono UPTD SMP Negeri 2 Budong-Budong
  • Suprayanto Suprayanto SMA Negeri 3 Sigi
Keywords: kritik sosial, cerpen, sosiologi sastra, Umar Kayam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Cerpen tersebut menggambarkan kehidupan manusia modern yang berada dalam lingkungan urban dengan berbagai persoalan sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian adalah cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam yang terdapat dalam kumpulan cerpen dengan judul yang sama. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung unsur kritik sosial yang disampaikan melalui dialog tokoh, narasi pengarang, serta penggambaran latar cerita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menafsirkan data berdasarkan perspektif sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tersebut mengandung beberapa bentuk kritik sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat modern, yaitu kritik terhadap keterasingan manusia modern, kritik terhadap rapuhnya relasi sosial dalam kehidupan urban, kritik terhadap hilangnya nilai-nilai kehidupan tradisional, serta kritik terhadap kesepian yang dialami individu dalam kehidupan kota besar. Melalui penggambaran tokoh Marno dan Jane serta latar kehidupan kota Manhattan, Umar Kayam menghadirkan gambaran kehidupan modern yang dipenuhi oleh keterasingan emosional, hubungan sosial yang tidak stabil, serta kerinduan terhadap kehidupan yang lebih sederhana dan manusiawi. Dengan demikian, cerpen ini tidak hanya menghadirkan kisah personal antara tokoh-tokohnya, tetapi juga menjadi media refleksi dan kritik terhadap kondisi sosial masyarakat modern yang semakin individualistis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Damono, S. D. (1980). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Media Pressindo.

Giddens, A. (1992). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modem Age. Social Forces, 71(1), 229.

Harvey, D. (2020). The condition of postmodernity. In The New social theory reader (pp. 235–242). Routledge.

Ht, F. (2010). Pengantar sosiologi sastra: dari strukturalisme genetik sampai post-modernisme. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Klinenberg, E. (2018). Palaces for the people: How social infrastructure can help fight inequality, polarization, and the decline of civic life. Crown.

Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM press.

Putnam, R. D. (2020). The upswing: How America came together a century ago and how we can do it again. Simon and Schuster.

Ratna, N. K. (2022). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra.

Turkle, S. (2015). Reclaiming conversation: The power of talk in a digital age. Penguin.

Wiyatmi, S. S. (2013). Teori dan kajian terhadap sastra indonesia. Yogyakarta: Kanwa Publisher, 26.

Published
2026-07-22
How to Cite
Massuguni, M., Hartono, B., & Suprayanto, S. (2026). Kritik Sosial dalam Cerpen “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” Karya Umar Kayam: Kajian Sosiologi Sastra. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(3), 3163-3170. https://doi.org/10.53769/deiktis.v6i3.3267
Section
Articles