Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Teun A. Van Dijk pada “Darurat Pendidikan: Siswa SMP Tidak Bisa Membaca, Pemerintah Bisa Apa?”

  • Indah Hutahaean Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
  • Romaito Ambarita Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
  • Yuni Astika Sinaga Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Keywords: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, krisis literasi, kebijakan pendidikan, Indonesia

Abstract

Studi ini menganalisis artikel berita daring berjudul “Darurat Pendidikan: Siswa SMP Tidak Bisa Membaca, Apa yang Dapat Dilakukan Pemerintah?” yang diterbitkan oleh KBR (24 April 2025), menggunakan model Analisis Wacana Kritis (CDA) Teun A. van Dijk. Penelitian ini berfokus pada tiga struktur wacana: makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur. Temuan menunjukkan bahwa berita tersebut mengkonstruksi krisis literasi di kalangan siswa SMP sebagai kegagalan sistemik pendidikan. Wacana tersebut menekankan tanggung jawab pemerintah, penurunan kinerja literasi siswa (seperti yang ditunjukkan dalam data PISA), dan kebutuhan mendesak akan reformasi pendidikan. Pilihan leksikal, struktur kalimat, dan pertanyaan retoris mencerminkan sikap ideologis media yang mengkritik inkonsistensi kebijakan, menggarisbawahi kurangnya keterlibatan keluarga dan guru, dan mendesak kesadaran kolektif untuk peningkatan literasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

KBR. (2025, April 24). darurat pendidikan: Siswa SMP Tidak Bisa Membaca, Pemerintah Bisa Apa? Jakarta: KBR.id.

Abidin, H. dkk. (2023). Multi-method Approach for Qualitative Research: Literature Reviewith NVivo 12 Pro Mapping. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(3), 1–8.

Alfeni, dkk. (2024). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk pada Surat Kabar Online Kompas dengan Tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(2), 2396–2408.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS. hlm. 5–22.

Subkhan, E. (2021). Krisis Literasi di Indonesia: Evaluasi Pendidikan Pascapandemi. Jurnal Pendidikan Nasional, 9(2),101–115

Abidin, Y. (2015). Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca dan Menulis. Bandung: Refika Aditama.

Kemendikbud. (2023). Laporan Nasional Literasi dan Numerasi Indonesia 2023. Jakarta: Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek. hlm. 12–27.

Published
2026-01-29
How to Cite
Indah Hutahaean, Romaito Ambarita, & Yuni Astika Sinaga. (2026). Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Teun A. Van Dijk pada “Darurat Pendidikan: Siswa SMP Tidak Bisa Membaca, Pemerintah Bisa Apa?”. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 333-338. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/3032
Section
Articles