Analisis Wacana Krirtis Teun A.Van Dijk Pada Pidato Menhut Tentang Bencana Aceh-Sumut November 2025

  • Ningrum Butar Butar Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Novita Marpaung Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Herlina Desiani Siregar Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
Keywords: analisis wacana kritis, bencana aceh-sumut, pidato menteri kehutanan; teun a. van dijk

Abstract

Penelitian ini menganalisis pidato Menteri Kehutanan Republik Indonesia mengenai bencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara pada November 2025 menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Kajian difokuskan pada tiga dimensi wacana, yaitu makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur, untuk mengungkap konstruksi makna, ideologi, serta strategi bahasa yang digunakan dalam teks pidato. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi. Data penelitian berupa teks pidato resmi menteri kehutanan yang diperoleh dari sumber daring terpercaya.Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menafsirkan struktur makro,superstruktur,dan mikrostruktur wacana sesuai dengan model Teun A. van Dijk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato tersebut menekankan tema empati terhadap korban bencana sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan. Secara struktural, pidato disusun secara sistematis melalui pembukaan persuasif, isi argumentatif, dan penutup yang bersifat ajakan. Pada tataran mikrostruktur, ditemukan penggunaan strategi bahasa yang berfungsi membangun legitimasi kebijakan serta membingkai bencana sebagai momentum refleksi dan tanggung jawab bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa pidato berperan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai alat pembentukan wacana dan citra kebijakan pemerintah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

https://www.kehutanan.go.id/news/menhut-sampaikan-duka-cita-mendalam-bencana-banjir-yang-melanda-aceh-sumut-jadikan-momentum-evaluasi-kebijakan

Eriyanto. (2011). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Van Dijk, T. A. (1997). Discourse as social interaction. London: Sage Publications.

Van Dijk, T. A. (2009). Society and discourse: How social contexts influence text and talk. Cambridge: Cambridge University Press.

Baryadi, I. P. (2002). Dasar-dasar analisis wacana dalam ilmu bahasa. Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

Darma, Y. A. (2009). Analisis wacana kritis. Bandung: Yrama Widya.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. London: Longman.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pratama, A., & Abidin, Y. (2020). Analisis struktur makro dalam teks berita. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 101–110.

Purnamasari, D., & Doni, R. (2021). Superstruktur teks dalam analisis wacana kritis. Jurnal Linguistik Terapan, 4(1), 45–56.

Retanto, A., et al. (2020). Struktur mikro dalam model analisis wacana Teun A. van Dijk. Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 88–97.

Van Dijk, T. A. (1997). Discourse as social interaction. London: Sage Publications.

Van Dijk, T. A. (2009). Society and discourse: How social contexts influence text and talk. Cambridge: Cambridge University Press.

Yoce, A. (2009). Analisis wacana kritis: Sebuah pengantar. Bandung: Refika Aditama.

Published
2026-01-22
How to Cite
Ningrum Butar Butar, Novita Marpaung, & Herlina Desiani Siregar. (2026). Analisis Wacana Krirtis Teun A.Van Dijk Pada Pidato Menhut Tentang Bencana Aceh-Sumut November 2025. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 180-190. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2972
Section
Articles