Analisis Maksim Kesopanan Dalam Konten Tiktok Kabinet Dagelan : Presiden Ke 8 Di Negeri Wakanda

  • Evin Rohmahaldo Purba Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Agust Furi Kartika Panjaitan Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Putri L Sihombing Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Nurianti Siagian Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Dahlia Harmonista Ginting Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
  • Sari Hasibuan Universitas HKBP Nommensen Medan, Indonesia
Keywords: komentar, maksim kesopanan, TikTok

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan prinsip kesopanan berbahasa dalam komentar warganet pada konten TikTok Kabinet Dagelan berjudul “Presiden Ke-8 di Negeri Wakanda” yang memuat kritik dengan gaya bahasa sarkasme. Fenomena ini menarik karena kritik kerap disalahpahami sebagai bentuk kebencian, sementara gaya bahasa sarkastik berpotensi menimbulkan ambiguitas makna. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data baca-catat terhadap komentar yang muncul pada periode 8 Mei 2024–8 Agustus 2025, penelitian ini menganalisis enam maksim kesopanan menurut Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatian. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun konten yang dikomentari bernuansa kritik tajam dan sarkastik, sebagian besar warganet tetap menggunakan strategi kesantunan melalui nasihat halus, pujian, dukungan, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati. Kemunculan keenam maksim secara berimbang mengindikasikan bahwa komunikasi di ruang digital tidak sepenuhnya didominasi oleh ekspresi negatif, melainkan juga menunjukkan upaya menjaga harmoni sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa sarkasme dalam kritik tidak selalu meniadakan kesantunan, selama penuturnya tetap menerapkan prinsip komunikasi yang mempertimbangkan dampak terhadap lawan tutur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alita, P. D., & Alber. (2023). Gaya Bahasa Sindiran Dalam Kanal YouTube Acara “Lapor Pak” Trans 7. 13(2), 569–582.

Arman, Paida, A., & Dahlan, M. (2023). Menggali Kekayaan Linguistik : Variasi Penyapaan dalam Interaksi Verbal Siswa Menengah Pertama. 1(4).

Awal, M. A. P., Munirah, & Akram, B. Y. (2022). Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Remaja di Romang Lompoa Kecamatan Bonto Marannu Kabupaten Gowa. 10(4), 313–321.

Ismiyati, I. (2022). Analisis Kesantunan Tuturan dalam Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala. 38–46.

Lestari, T. I., & Dhona, H. R. (2022). Resepsi Perempuan terhadap Komentar atas Perempuan di Youtube Women ’ s Reception of Comments on Women on Youtube. 2(July), 37–48. https://doi.org/10.20885/cantrik.vol2.iss1.art4

Nisa, A. K., & Rahmawati, F. (2022). PRINSIP KERJA SAMA DAN KESOPANAN DALAM NOVEL PERGI KARYA TERE LIYE : KAJIAN PRAGMATIK. 3(1), 45–57.

Ulinsa, Lembah, G., Nur, Y., Nuraedah, & Fadilah, N. (2023). KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA SASTRA). 12(1), 15–23.

Published
2026-03-02
How to Cite
Purba, E. R., Panjaitan, A. F. K., Sihombing, P. L., Siagian, N., Ginting, D. H., & Hasibuan, S. (2026). Analisis Maksim Kesopanan Dalam Konten Tiktok Kabinet Dagelan : Presiden Ke 8 Di Negeri Wakanda. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 848-855. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2944
Section
Articles