Analisis Stilistika dan Relevansi Sosial dalam Lirik Lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” Karya Bimbim

  • Masnita Massaguni STIKES Datu Kamanre
  • Budi Hartono UPTD SMP Negeri 2 Budong-Budong
  • Supryanto Supryanto SMA Negeri 3 Sigi
Keywords: stilistika, gaya bahasa, lirik lagu, kritik sosial, Slank

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gaya bahasa (stilistika) serta menganalisis relevansi sosial dalam lirik lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” karya Bimbim (Slank). Lagu ini dipilih karena mengandung kritik sosial yang kuat terhadap perilaku pemimpin, praktik korupsi, eksploitasi sumber daya alam, dan ketimpangan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis stilistika untuk menelusuri hubungan antara bentuk linguistik, fungsi estetis, dan pesan moral dalam teks. Data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis mendalam terhadap lirik lagu serta sumber teoretis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbim menggunakan berbagai gaya bahasa seperti repetisi, metafora, metonimia, litotes, antitesis, hiperbola, dan personifikasi. Setiap majas berfungsi memperkuat pesan moral dan sosial, menciptakan efek emosional, serta memperhalus kritik terhadap ketimpangan struktural dan perilaku koruptif. Secara sosial, lagu ini merepresentasikan bentuk cultural resistance atau perlawanan budaya terhadap sistem politik yang tidak adil. Pesan-pesan dalam lirik menggambarkan harapan terhadap kepemimpinan yang jujur, adil, dan berpihak pada rakyat kecil. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi moral dan refleksi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gorys Keraf, D. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.

Hall, S., Evans, J., & Nixon, S. (2024). Representation: Cultural representations and signifying practices.

Hartono, B., & Massaguni, M. (2025). Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Mangu” Karya Ari Lesmana: Model Teun A. Van Dijk. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(2), 960–966.

Huberman, A. (2019). Qualitative data analysis a methods sourcebook.

Lakoff, G., & Johnson, M. (2024). Metaphors we live by. University of Chicago press.

Masnita Massaguni, & Budi Hartono. (2025). Ironi dan Metafora sebagai Kritik Sosial dalam Puisi “Mayat Politik Ditutupi Koran Pagi”: Telaah Stilistika. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(3), 236–245. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i3.6892

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.

Nasrullah, R. (2020). Metafore Dalam Lirik Lagu Slank Bertemakan Kritik Sosial: Suatu Kajian Linguistik Kognitif. Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajaran, 2(1).

Prihandika, D. N., Kartika, D., & Immerry, T. (2024). Bentuk Dan Makna Majas Hiperbola Dalam Lirik Lagu Pada Mini Album Makeinu Ni Ankouru Wa Iranai Karya Yorushika. Hikari: Jurnal Bahasa Dan Kebudayaan, 3(2), 236–241.

Putri, S. R., Yunianti, N., & Nurjanah, N. (2023). Metafora Konseptual pada Lirik Lagu Karya Fiersa Besari dan Feby Putri. Jurnal Ilmiah Semantika, 5(01), 40–48.

Storey, J. (2021). Cultural theory and popular culture: An introduction. Routledge.

Tobing, R. M. L. A. L., Nur, T., Suherman, A., & Mahdi, S. (n.d.). Metafora Konseptual dan Skema Citra dalam Lirik Kumpulan Lagu Sal Priadi: Kajian Semantik Kognitif. PRASASTI: Journal of Linguistics, 9(1), 80–90.

Published
2025-12-14
How to Cite
Masnita Massaguni, Budi Hartono, & Supryanto, S. (2025). Analisis Stilistika dan Relevansi Sosial dalam Lirik Lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” Karya Bimbim. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5792-5801. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2739
Section
Articles