Produksi Bunyi Ujaran Bahasa Indonesia Pada Penderita Stunting Usia 8 – 12 Tahun Di Desa Simbolon Purba Samosir Kajian Psikolinguistik

  • Tiara Br Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Gustianingsih Gustianingsih Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Parlaungan Ritonga Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: produksi bunyi bahasa, stunting, fonologi, psikolinguistik, perkembangan kognitif, perubahan bunyi, pemerolehan bahasa

Abstract

Penelitian ini menganalisis produksi bunyi ujaran Bahasa Indonesia pada anak penderita stunting usia 8–12 tahun di Desa Simbolon Purba, Samosir, melalui kajian psikolinguistik. Stunting yang disebabkan kekurangan gizi berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan kemampuan fonologis anak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pemerolehan bunyi vokal–konsonan serta menghubungkan usia kronologis dengan tahap perkembangan bahasa berdasarkan teori Piaget. Dengan metode kualitatif melalui teknik simak, sadap, dokumentasi, dan catat pada enam siswa stunting, analisis menggunakan teori perubahan bunyi ujaran Blumstein dan teori perkembangan kognitif Piaget. Hasil penelitian menunjukkan adanya penyimpangan fonologis berupa omisi, substitusi, adisi, dan metatesis, yang menandakan anak belum menguasai seluruh fonem Bahasa Indonesia. Secara kognitif-linguistik, kemampuan berbahasa mereka berada pada tahap perkembangan yang lebih rendah dibanding usia kronologisnya. Penelitian ini menegaskan pengaruh signifikan stunting terhadap produksi bunyi ujaran dan keterlambatan perkembangan bahasa, serta pentingnya pencegahan dini dan stimulasi bahasa berkelanjutan

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aitchison, Jean. 1987. “An Introduction to Sociolinguistics.” Edited by Ronald Wardaugh. The British Journal of Sociology 38 (3): 436–37. https://doi.org/10.2307/590702.
Alwi, Dkk. 2003. Tata Bahasa Bakj: Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. 3rd ed. Jakarta: Balai Pustaka.
Blumstein, Sheila E. 1988. “Neurolinguistics: An Overview of Language–Brain Relations in Aphasia.” In Linguistics: The Cambridge Survey, edited by Frederick J.Editor Newmeyer, 210–236. Cambridge University Press.
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
———. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, S. 2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=UwO8kdBZW5AC.
Dr. Ns. Meri Neherta, S.K.M.B.M.N.A.S.G.P.A. 2022. INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING (Pendekatan Terpadu Untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan Pada Anak). Penerbit Adab. https://books.google.co.id/books?id=x0fLEAAAQBAJ.
Ginting, Melly Andriani Br. 2022. “Integrasi Pendidikan Karakter Pancasila Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia.” Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, Seni, Dan Pendidikan Dasar (SENSASEDA) 2 (November): 45–51.
Gustianingsih. n.d.-a. “Ekspesi Verbal Bunyi Bahasa Indonesia Anak Autistik Ekolalia.” ”INOVASI” Junal Politik Dan Kebijakan Media Litbang Provinsi Sumatera Utara, no. 71829–8079.
Gustianingsih. n.d.-b. “Gangguan Pertuturan Ilokusi Bahasa Indonesia Pada Penderita Skizofrenia Di Medan.” Konferensi International Masyarakat Linguistik Indonesia (KIMLI) BAli.
Gustianingsih. 1994. “Situasi Loka Bahasa Di Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Asahan: Laporan Penelitian.” Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas, Universitas Sumatera Utara.
Gustianingsih. 2002. “Pemerolehan Kalimat Majemuk Bahasa Indonesia Pada Anak Usia Taman Kanak-Kanak (Bidang Ilmu Psikolinguistik).” Universitas Sumatera Utara.
Published
2026-03-12
How to Cite
Br Sinaga, T., Gustianingsih, G., & Ritonga, P. (2026). Produksi Bunyi Ujaran Bahasa Indonesia Pada Penderita Stunting Usia 8 – 12 Tahun Di Desa Simbolon Purba Samosir Kajian Psikolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 6(1), 929-941. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2617
Section
Articles