Narasi Kebencian di Era Digital: Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K-Drama Business Proposal

  • Ade Yustina Universitas Negeri Makassar
  • Devi Apyunita Universitas Negeri Makassar
  • Aritiastary Aritiastary Universitas Negeri Makassar
  • Sri Mei Maharani Putri Universitas Negeri Makassar
Keywords: ujaran kebencian, media sosial, Abidzar Al-Ghifari, sarkasme, cancel

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran kebencian, faktor penyebab kemunculannya, serta dampak sosial yang ditimbulkan pada kasus hujatan netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam kontroversi remake Business Proposal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar netizen pada akun Instagram Abidzar yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui klasifikasi bentuk ujaran, pengelompokan tema, serta interpretasi konteks sosial-budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama ujaran kebencian, yaitu sarkasme, kritik kasar, dan ujaran provokatif, dengan sarkasme sebagai bentuk yang paling dominan. Munculnya hujatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan kontroversial aktor terkait proses adaptasi drama, sensitivitas penggemar K-Drama terhadap karya asli, nilai budaya kolektif yang menjunjung kesopanan, anonimitas pengguna media sosial, serta framing negatif oleh media daring. Ujaran kebencian tersebut berdampak pada munculnya cancel culture, pembentukan stigma negatif terhadap Abidzar, dan potensi kerugian bagi industri hiburan. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi digital memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik dan menentukan konstruksi citra figur publik di era media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barlett, C. P. 2017. From theory to practice: Cyberbullying theory and its application to intervention. Computers in Human Behavior, 72, 269–275.

Becker, H. 1963. Outsiders: Studies in the Sociology of Deviance. New York: Free Press.

Castaño-Pulgarín, S. A., Suárez-Betancur, N., Vega, L. M. T., & López, H. M. H.2021. Internet, social media and online hate speech: A systematic review. Aggression and Violent Behavior, 58, 101608.

Creswell, J. W. 2014. Reseach Design: Pendekatan, Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Dolf, S., & Lammers, J. 2009. Sarcasm as an indirect expression of aggression: A social psychological perspective. Journal of Language and Social Psychology, 28(4), 362–372.

Heider, F. 1958. The Psychology of Interpersonal Relations. New York: Wiley.

Hofstede, G. 2001. Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions, and Organizations Across Nations (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

James, B. 2011. Regulating Hate Speech Online. International Review of Law, Computers & Technology, 24(3), 239–244

Jenkins, H. 2013. Textual Poachers: Television Fans and Participatory Culture (Updated ed.). New York: Routledge.

Juleha, J., Yuniar, J., & Marsuki, N. R. 2024. Peran media sosial dalam dinamika opini publik dan partisipasi politik era digital. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(1), 38–45.

Koncavar, A. 2013. Hate speech in new media. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 2(8).

Mayasari, F. 2022. Etnografi virtual fenomena cancel culture dan partisipasi pengguna media terhadap tokoh publik di media sosial. Journal of Communication and Society, 1(1), 29–40.

Meilina, F. 2020. Analisis ujaran kebencian dalam perspektif linguistik forensik. Jurnal Linguistik, 8(2), 100–112.

Ng, E. 2020. No Grand Pronouncements Here...: Reflections on cancel culture and accountability. Television & New Media, 21(6), 621–627.

Ningrum, D. J., Suryadi, S., & Wardhana, D. E. C. (2018). Kajian ujaran kebencian di media sosial. Jurnal Ilmiah Korpus, 2(3), 241–252.

Nockleby, J. T. 2000. Hate Speech. Dalam J. R. Calleros (Ed.), Encyclopedia of the American Constitution, Vol. 3, pp. 1277–1279). New York: Macmillan.

Ramadani, F. 2021. Ujaran kebencian netizen Indonesia dalam kolom komentar Instagram selebgram: Kajian linguistik forensik. Aksara, 22(1), 1–19.

Saidah, F. L., Santi, D. E., & Suryanto, S. (2021). Faktor produksi ujaran kebencian melalui media sosial. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(1), 1-15.

Sari, N. (2019). Analisis ujaran kebencian dalam tindak tutur ilokusi di Facebook. Jurnal Bahasa dan Budaya, 7(3), 210–220.

Sasongko, A. (2020). Analisis yuridis tindak pidana ujaran kebencian dalam media sosial. Al-Adl: Jurnal Hukum, 13(1), 168–188.

Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321–326.

Suryani, Y., Istianingrum, R., & Hanik, S. U. (2021). Linguistik forensik ujaran kebencian terhadap artis Aurel Hermansyah di media sosial Instagram. Belajar Bahasa, 6(1), 107–118.

Syarif, E. 2019. Pengaruh media sosial terhadap sikap dan pendapat pemuda mengenai ujaran kebencian. Jurnal Common, 3(2), 120-141.

Teja, M. (2017). Media sosial: Ujaran kebencian dan persekusi. Info Singkat, 9(11), 9–12.

Windyastari, R. (2019). Ujaran kebencian di Twitter: Sebuah studi etnografi virtual. Jurnal Media dan Masyarakat, 5(1), 45–57.

Published
2025-11-26
How to Cite
Ade Yustina, Devi Apyunita, Aritiastary, A., & Sri Mei Maharani Putri. (2025). Narasi Kebencian di Era Digital: Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K-Drama Business Proposal. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 4934-4945. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2548
Section
Articles