Analisis Penggunaan Campur Kode Pada Iklan Superindo di Instagram

  • Nisa Aisyah Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Najihatul Fitri Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Adhis Darussalam Pamungkas Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
  • Sonni Rahmat Febrian Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Keywords: Campur Kode, Iklan, Superindo, Instagram

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran digital mendorong perusahaan seperti Superindo menggunakan strategi kebahasaan yang menarik, salah satunya melalui campur kode. Penggabungan bahasa Indonesia dan Inggris dalam iklan digital berfungsi sebagai alat komunikasi sekaligus strategi branding. Penelitian ini menganalisis penggunaan campur kode dalam konten Instagram @infosuperindo dengan fokus pada identifikasi jenis-jenisnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi terhadap 30 iklan yang diposting antara Januari–April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua jenis campur kode yang ditemukan, yaitu insertion (26 kali) dan alternation (4 kali). Insertion ditandai dengan penyisipan unsur leksikal bahasa Inggris dalam struktur bahasa Indonesia, sementara alternation melibatkan pergantian klausa antarbahasa. Temuan ini menunjukkan adanya strategi linguistik yang sengaja digunakan untuk membangun citra modern dan menarik bagi konsumen urban bilingual di ranah digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Durianto, D., Sugiarto, & Sitinjak, T. (2013). Strategi menaklukkan pasar melalui riset ekuitas dan perilaku merek. PT Gramedia Pustaka Utama.

Ghozali, M. I., & Hakim, L. (2020). Fenomena campur kode dalam unggahan status media sosial Facebook. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 5(1), 35–45.

Hu, Y., Manikonda, L., & Kambhampati, S. (2014). What we Instagram: A first analysis of Instagram photo content and user types. Proceedings of the 8th International Conference on Weblogs and SocialMedia (ICWSM). https://doi.org/10.1609/icwsm.v8i1.14578

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003

Kasali, R. (2017). Disruption: Menghadapi lawan-lawan tak kelihatan dalam peradaban Uber. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.

Puspahaty, N., & Rachmah, S. (2022). Fenomena campur kode dalam deskripsi produk Tokopedia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 123–132.

Syafiq, M. (2015). Sosiolinguistik: Teori dan analisis. Yogyakarta: Deepublish.

Tjiptono, F. (2008). Strategi pemasaran (Edisi ke-2). Yogyakarta: Andi.

Tjiptono, F. (2015). Strategi pemasaran dan brand management. Yogyakarta: Andi.

Wakhidah, N., & Sudaryanto. (2021). Analisis campur kode dalam iklan daring Lazada edisi April 2019. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 8(1), 55–66.

Published
2025-10-13
How to Cite
Nisa Aisyah, Najihatul Fitri, Adhis Darussalam Pamungkas, & Sonni Rahmat Febrian. (2025). Analisis Penggunaan Campur Kode Pada Iklan Superindo di Instagram. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(4), 3217-3227. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/2266
Section
Articles