Kajian Antropolinguistik pada Tradisi Ritual Benta-Benti di Dukuh Kalijambe, Desa Cinanas, Bantarkawung, Brebes

  • Casim Casim Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Peradaban, Indonesia
  • Ghulam Arif Rizal Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Peradaban, Indonesia
  • Savana Fadilatul Sefty Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Peradaban, Indonesia
  • Raudzotu Syaadah Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Peradaban, Indonesia
Keywords: antroplibguistic research, oral customs, Benta-Benti ceremony, co-text, context

Abstract

The Benta-Benti ceremonial practice in Dukuh Kalijambe, located in Cinanas Village, Bantarkawung, Brebes, is a cultural custom that continues to be upheld by the local residents. This practice carries significant cultural and spiritual meanings and is vital to the community's daily existence. The purpose of this study is to explore the Benta-Benti ceremonial tradition in Dukuh Kalijambe, Cinanas Village, Bantarkawung, Brebes, through an anthropolinguistic lens. The research utilizes qualitative methods alongside an anthropolinguistic framework. Information was gathered via participant observation, interviews, and textual analysis. Findings from the research reveal that: 1) within the Benta-Benti ceremonial practice in Dukuh Kalijambe, Cinanas Village, Bantarkawung, Brebes, there exist co-texts (such as processes of inheritance, storytelling, and creativity) along with contexts that include ideological, cultural, social, and religious aspects; 2) this tradition is maintained through the languages and means of communication utilized in the ceremonies, including Javanese, Sundanese, and Indonesian; 3) the research also highlights that this tradition affects the community's lives, especially regarding their identity, unity, and faith; 4) the Benta-Benti ritual practice serves as a significant representation of a tradition rich in cultural and spiritual significance.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, M., Ardianti, S. D., & Pratiwi, I. A. (2021). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Sendang Widodari Kabupaten Kudus. Progres Pendidikan, 2(1), 1–6.

Casim, C. (2018). Kajian struktur dan nilai edukatif dalam cerita rakyat di Kabupaten Tasikmalaya serta relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMP kelas VII semester 2 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Purwokerto).

Casim, C. (2025). Proses pewarisan, konteks ideologi dan nilai moral pada cerita rakyat di Kabupaten Tasikmalaya: Suatu kajian antropolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 218–230.

Casim, M. P. Kajian formula sintaksis, ko-teks dan konteks dalam mantra Indeung Rusi. (Data publikasi tidak lengkap)

Endraswara, S. (2017). Metodelogi penelitian kebudayaan. Yogyakarta: UGM Press.

Halliday, M. A. K. (1978). Language as social semiotic (p. 136). London: Arnold.

Isnaini, H. (2022). Mantra Asihan Makrifat: Analisis struktur, konteks penuturan, proses penciptaan, dan fungsi. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 1–12.

Maknuna, L. L. L., Mustamar, S., & Ningsih, S. (2013). Mantra dalam tradisi pemanggil hujan di Situbondo: Kajian struktur, formula, dan fungsi. Publika Budaya, 1(1).

Monica, M., Hudiyono, Y., & Hanum, I. S. (2020). Tradisi lisan upacara adat Saur Matua suku Batak Toba: Tinjauan antropolinguistik. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 4(3), 422–429.

Putri, N. N., & Andriyanto, O. D. (2022). Performansi ujub sesaji sangkan paran dalam tradisi ruwat Candi dan Petirtaan Jolotundo Kabupaten Mojokerto. JOB (Jurnal Online Baradha), 18(3), 788–812.

Rosita, E. (2022). Merevitalisasi sastra lisan di Sumatera Selatan dengan gerakan literasi nasional. Jurnal Didaktik Bahasa Indonesia, 3(2), 13–23.

Sapiin, S., Atmaja, C., & Khairussibyan, K. (2020, June). Analisis semiotika pertunjukan Marco De Marinis Syair Wasiat Renungan Masa Tuan Guru Kyai Haji Abdul Madjid ke arah pengembangan bahan ajar puisi rakyat setempat di lingkungan Perguruan Nahdlatul Wathan sebagai penguatan pendidikan karakter di sekolah. In Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram (Vol. 1, No. 1, pp. 148–155).

Shofi, M. Q., & Maisaroh, S. (2020). Kajian antropolinguistik kue apem dalam ritual kematian (tahlilan) di lingkungan masyarakat desa Tambakberas. (Data publikasi tidak lengkap)

Situmorang, O., & Sibarani, R. (2021). Tradisi budaya dan kearifan lokal paulak une dan maningkir tangga pada pernikahan Batak Toba di desa Sigapiton Kecamatan Ajibata: Kajian antropolinguistik. Kompetensi, 14(2), 82–91.

Sudarja, K. (2019). Alih kode dan campur kode dalam proses pengajaran Bahasa Indonesia (Penelitian etnografi di kelas III SD Lentera Internasional). Jurnal ALFABETA, 2(2), Oktober.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Syaputra, E., & Mentari, G. (2024). Eksistensi tradisi lisan Rejung, Guritan dan Tadut pada masyarakat Pasemah Bengkulu. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 6(1), 33–42.

Tutiariani, N. (2021). Markobar dalam sidang adat perkawinan Mandailing: Kajian antropolinguistik (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Wati, E. A. (2023). Tradisi lisan sebagai sumber sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(1), 52–59.

Yulianto, A. (2023). Lamut sebagai seni tradisi tutur di Kalimantan Selatan: Kepunahan dan pelestariannya. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 3(1), 1–16.

Zuhri, S., & Rizal, M. A. S. (2022). Analisis fungsi dalam sastra lisan penamaan desa Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang (Tinjauan sastra lisan). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 889–900.

Published
2025-08-05
How to Cite
Casim, C., Rizal, G. A., Sefty, S. F., & Syaadah, R. (2025). Kajian Antropolinguistik pada Tradisi Ritual Benta-Benti di Dukuh Kalijambe, Desa Cinanas, Bantarkawung, Brebes. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(3), 2112-2125. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1849
Section
Articles