Kajian Sosiologi Sastra terhadap Konflik, Kritik Sosial, dan Moral dalam Film Gundala (2019) Karya Joko Anwar

  • Syifa Ramadhina Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Amanda Devina Noper Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Indonesia
  • Ahmad Supena Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Indonesia
Keywords: sosiologi sastra, film, deskriptif kualitatif, konflik, kritik sosial, nilai moral

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis film Gundala (2019) karya Joko Anwar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konflik, bentuk kritik sosial, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam alur cerita serta karakter-karakternya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan pencatatan, yang difokuskan pada dialog serta adegan dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sancaka, tokoh utama, mengalami tiga jenis konflik utama: konflik internal (psikologis), konflik sosial (dengan lingkungannya), dan konflik eksternal. Film ini menggambarkan ketidakadilan struktural yang disebabkan oleh penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam bidang politik dan ekonomi. Sancaka mengalami transformasi yang didorong oleh solidaritas, kepedulian, dan keberanian. Oleh karena itu, Gundala tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang mendorong kesadaran moral dan kepedulian sosial terhadap ketimpangan sosial. Film ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati berasal dari empati tulus terhadap penderitaan orang lain.

Kata kunci: Sosiologi Sastra, Film, Deskriptif kualitatif, Konflik, Kritik Sosial, dan Nilai Moral.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan Rasisme Dalam Film (Analisis Resepsi Film Get Out). 18(2), 127–134.

Hafnan, O. (2021). Karakter Dan Nilai Moral Dalam Film the Patriot Karya Roland Emmerich. INFERENCE: Journal of English Language Teaching, 4(3), 304–310.

Hastuti, N. (2018). Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer Kajian Sosiologi Sastra. . Humanika, , 25(1), 64–74.

Nisa, K. (2018). Analisis Kesalahan Berbahasa pada Berita dalam Media Surat Kabar Sinar Indonesia Baru. Jurnal Bindo Sastra, 2(2), 218–224. Retrieved from https://jurnal.um-palembang.ac.id/bisastra/article/view/1261

Nur Efendi A. (2020). Kritik Sastra. Malang: Madza Media.

Nurmuzdalifah, S. , Rahmawati, N. P. , Fauziyah, I. , Yuanda, B. T. , Ardiansyah, T. B. , & Nurhayati, E. (2023). Analisis Feminisme dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. . JBSI: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, , 3(02), 172–181.

Pertiwi, M., Ri’aeni, I., & Yusron, A. (2020). Analisis Resepsi Interpretasi Penonton terhadap Konflik Keluarga dalam Film “Dua Garis Biru.” Jurnal Audiens, 1(1). https://doi.org/10.18196/ja.1101

Siswati, Endah. (2018). Anatomi Teori Hegemoni Antonio Gramsci. . Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media. , 5, 11–33.

Solihat, I. (2017). Konflik, Kritik Sosial, dan Pesan Moral dalam Naskah Drama Cermin Karya Nano Riantiarno (Kajian Sosiologi Sastra). Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia 2, 29–36.

Sujarwa. (2019). Teori Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tatas Prasetya Laksamana. (2022). Representasi Kelas Sosial dalam Film Gundala (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Kelas Sosial Pada Film Gundala Karya Joko Anwar).

Published
2025-08-31
How to Cite
Ramadhina, S., Noper, A. D., & Supena, A. (2025). Kajian Sosiologi Sastra terhadap Konflik, Kritik Sosial, dan Moral dalam Film Gundala (2019) Karya Joko Anwar. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(3), 2530-2536. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1737
Section
Articles