Strategi Bahasa dalam Permintaan Maaf Tokoh Publik: Analisis Linguistik Forensik terhadap Klarifikasi Aldy Maldini di Media Sosial

  • Ekfindar Diliana Universitas Musamus Merauke
Keywords: linguistik forensik, permintaan maaf, tindak tutur, strategi kebahasaan, media sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks permintaan maaf publik Aldy Maldini yang disampaikan melalui media sosial dengan pendekatan linguistik forensik. Analisis difokuskan pada struktur wacana, bentuk tindak tutur, serta strategi kebahasaan seperti mitigasi dan face-saving yang digunakan untuk membangun citra penyesalan dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori linguistik forensic (Coulthard dan Johnson (2010)), tindak tutur Searle (1969), teori kesantunan Brown dan Levinson (1987), dan teori analisis wacana kritis Fairclough (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan maaf tersebut memuat tindak tutur ekspresif dan komisif yang dibingkai dengan strategi kesantunan negatif, seperti penggunaan bentuk pasif dan permintaan izin, untuk menurunkan ancaman terhadap muka publik. Di sisi lain, penggunaan ujaran yang bersifat ambigu dan tidak langsung, seperti “menyelesaikan semua urusan” atau “proses refund sedang berjalan”, menunjukkan adanya strategi pengaburan tanggung jawab secara linguistik. Dari perspektif linguistik forensik, teks ini memperlihatkan penggunaan bahasa sebagai alat negosiasi niat baik dan klarifikasi, sekaligus menjaga jarak dari potensi implikasi hukum. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam permintaan maaf publik bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga perangkat strategis dalam pengelolaan citra dan konflik sosial di ruang digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.

Ariyanto, A., & Rahmawati, D. (2023). Analisis motif kebahasaan dalam kasus phishing: Kajian linguistik forensik. Jurnal Bahasa dan Hukum, 8(1), 45–60. https://doi.org/10.1234/jbh.v8i1.2023

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.

Coulthard, M., & Johnson, A. (2010). An introduction to forensic linguistics: Language in evidence (2nd ed.). Routledge.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Harsa, M., & Arifulhak, R. (2022). Tindak tutur provokatif politisi dalam media sosial YouTube: Analisis pragmatik. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 17(2), 155–170. https://doi.org/10.1234/jibs.v17i2.2022

Irawan, R., & Hardjanto, T. D. (2021). Strategi permintaan maaf berdasarkan gender dalam bahasa Indonesia: Kajian DCT. Jurnal Pragmatik dan Wacana, 4(1), 22–38. https://doi.org/10.1234/jpw.v4i1.2021

Kompas.com. (2025a). Aldy Maldini Akhirnya Minta Maaf soal Kasus Dinner Bareng Fans.

Kompas.com. (2025b). Aldy Maldini Bagikan Link Refund untuk Fans Korban Dinner Gagal.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.

Republika.co.id. (2025). Dinner Berujung Zonk, Penyanyi Aldy Maldini Minta Maaf kepada Penggemar.

Published
2025-06-29
How to Cite
Diliana, E. (2025). Strategi Bahasa dalam Permintaan Maaf Tokoh Publik: Analisis Linguistik Forensik terhadap Klarifikasi Aldy Maldini di Media Sosial. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 1328-1337. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1736
Section
Articles