Penggunaan Metafora dan Makna dalam Diskursus Politik pada Media Sosial (Kajian Pragmatik)

  • Fahriani Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nur Khadijah Razak Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Ratnawati Ratnawati Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: metafora, makna, diskursus politik, media sosial, pragmatik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora dan makna dalam diskursus  politik di media sosial, khususnya pada Platform Youtube, dengan pendekatan pragmatik. Fokus penelitian diarahkan pada pada dialog politik yang diunggah oleh channel The Habibie Center. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pencatat, dan stuudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora yang digunakan dalam diskursus politik di media sosial berfungsi untuk membangun citra politik, membingkai isu-isu tertentu, serta mempengaruhi opini publik. Tindak tutur ilokusi, seperti asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, banyak ditemukan dalam penggunaan metafora tersebut. Tindak tutur asertif dalam pernyataan keyakinan dan penegasan terhadap ideologi tertentu. Direktif  muncul dalam bentuk ajakan, permintaan, dan intruksi kepada publik atau pemerintah. Ekspresif terlihat pada ungkapan keprihatinan, kritik, dan pujian terhadap kondisi politik atau tokoh tertentu. Komisif digunakan dalam janji politik atau komitmen terhadap kebijakan, sedangkan deklaratif hadir dalam pengumuman atau pernyataan yang mengubah status politik tertentu. Selain itu, makna dalam diskursus politik tidak hanya bersifat literal, melainkan juga implisit yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini mengaskan bahwa penggunaan metafora dalam diskursus politik di media sosial menjadi alat strategis dalam membentuk persepsi politik masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anoval, KD, & Rasyad, MIH (2022). Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial. Konsep: Jurnal Sosial Humaniro dan Pendidikan, 4-5.

Fairclough, N. (2021). Critical Discourse Analysis and Politics. New York: Routledge.

Hidayat, T. (2021). Media Sosial dan Citra Politik: Perspektif Semiotik. Jurnal Komunikasi, 10(3), 200-210.

Lakoff, G., & Johnson, M. (2003). Metafora yang Kita Jalani. Chicago: Pers University of Chicago Press.

Leech, G. (1983). Prinsip-prinsip Pragmatik. London: Longman.

Ma’ruf, MA (2022). Fungsi Metafora Politik dalam Media Massa. EDU-KATA, 8(1), 45-50.

Miller, M. (2009). YouTube untuk Bisnis: Pemasaran Video Daring untuk Bisnis Apa Pun. Que Publishing.

Nur Khadijah R. (2023). Pragmatik Berbasis Blended Learning. PT. Insan Cendikia Mandiri Group, 35-63.

Prabhakaran, V., Rei, M., & Shutova, E. (2021). Bagaimana Metafora Mempengaruhi Wacana Politik: Studi Skala Besar yang Tidak Membedakan Topik Menggunakan Deteksi Metafora Neural. arXiv preprint arXiv: 2104.03928

Ratnawati, R., Tolla, A., & Rahim, A. R. (2018). Communicative Approach Over Text-Based Indonesian Language Textbooks. In 1 st Internasional Conference on Social Sciences (ICSS 2018) (PP. 1117-1122). Atlantis Press.

Searle, JR (1979). Ekspresi dan Makna: Studi dalam Teori Tindak Tutur. Cambridge: Cambrid, 45-50.

Yulianti, T. (2022). Meme sebagai Strategi Komunikasi Politik. Jurnal Budaya Digital, 8(3), 123-140.

Published
2025-06-07
How to Cite
Fahriani, Nur Khadijah Razak, & Ratnawati, R. (2025). Penggunaan Metafora dan Makna dalam Diskursus Politik pada Media Sosial (Kajian Pragmatik). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 967-982. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1642
Section
Articles