Pernikahan dalam Bingkai Tradisi Sunda di Kampung Adat Cikondang
Abstract
Penelitian ini membahas tentang tradisi pernikahan adat Sunda yang masih dipertahankan di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi pernikahan adat Sunda di kampung tersebut serta makna simbolik dari setiap rangkaian upacaranya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada ketua adat, budayawan, dan warga yang terlibat langsung dalam prosesi pernikahan. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dengan triangulasi sumber data. Hasil studi menunjukkan bahwa di Kampung Adat Cikondang ada tiga tahap utama tradisi pernikahan, diantaranya pranikah, pelaksanaan akad nikah, dan pasca-nikah. Salah satu tradisi penting yang mulai jarang dilakukan karena biaya dan perubahan gaya hidup adalah ngeuyeuk seureuh, yang mengandung banyak nilai simbolis tentang kehidupan rumah tangga. Selain itu, peraturan pernikahan antar suku di kampung adat ini diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu, seperti kesamaan agama dan penghormatan terhadap adat setempat. Dalam prosesi pernikahan di kampung ini juga masih melibatkan peran sentral dari ketua adat, baik dalam penentuan tanggal pernikahan hingga menjadi mediator konflik rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi pernikahan di Cikondang tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Sunda, melainkan berfungsi juga sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Downloads
References
Adawiyah, R., & Rachmaria, L. (2021). Mitos “Kanca Wingking” perempuan Jawa dalam film Kartini. Pantarei, 5(2).
Aliza, D., Kintan, A., Indrawardana, I., & Suwartapradja, O. S. (2022). Perubahan prosesi kesenian dalam pernikahan adat Sunda. Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik, 5(4), 239-245.
Amalia, N. N. (2024). Fenomenologi larangan pernikahan antar-suku dalam perspektif hukum Islam: Studi kasus masyarakat Buton dan Kei. Tahkim, 20(2), 220–230.
Andriani, Y. F. (2020). Kajian kode di balik ritual pernikahan adat Sunda dan pergeserannya di masa kini (Studi kasus: Pernikahan di Bandung dan Ciamis). Titik Imaji, 3(1).
Gegana, T. A., & Zaelani, A. Q. (2022). Pandangan urf terhadap tradisi mitu dalam pesta pernikahan adat Batak. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(1), 18-32.
Gunaepi, A., Idi, A., & Bianda, R. (2023). Simbol dan makna upacara ngeuyeuk seureuh dalam pernikahan adat Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 20(1), 68-77.
Gunawan, A. (2019). Tradisi upacara perkawinan adat Sunda (Tinjauan sejarah dan budaya di Kabupaten Kuningan). Jurnal Artefak, 6(2), 71-84.
Haq, I. H. (2019). Nilai-nilai Islam dalam upacara adat pernikahan Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16(1), 29-43.
Jarbi, M. (2019). Pernikahan menurut hukum Islam. Jurnal Pendais, 1(1), 59.
Khairunnisa, F., & Ananda, R. (2020). Menjaga kearifan lokal dengan membudayakan tradisi basunting bagi marapulai dalam adat perkawinan di Kanagarian Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2).
Malik, A. A., Hopipah, E. N., Gunawan, A., & Sidik, A. H. M. (2023). Pesan komunikasi dalam upacara adat pernikahan Sunda: Studi etnografi Desa Rancakalong Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(4), 367-406.
Munandar, U. (2001). Psikologi Perkembangan Pribadi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Nahak, H. M. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65-76.
Nisa, F. F., Muhtadi, D., & Sukirwan, S. (2019). Studi etnomatematika pada aktivitas urang Sunda dalam menentukan pernikahan, pertanian dan mencari benda hilang. JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika), 5(2), 63-74.
Nurhadi, Z. F., Salamah, U., & Vidiyanti, T. (2018). Etnografi komunikasi tradisi siraman pada prosesi pernikahan adat Sunda. Jurnal Penelitian Komunikasi, 21(2).
Panyalai, W. R., Siregar, J. S., & Nursetiawati, S. (2023). Adaptasi nilai budaya pada tradisi adat perkawinan Sunda di Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jurnal Adijaya Multidisplin, 1(04), 943-950.
Pramudito, A. A. (2017). Merenda cinta melintas budaya hingga senja tiba: Studi literatur tentang perkawinan antarbudaya. Buletin Psikologi, 25(2), 76–88
Setiadi, D. (2017). Pola bilangan matematis perhitungan weton dalam tradisi Jawa dan Sunda. Adhum: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Administrasi dan Humaniora, 7(2), 75-86.
Sudrajat, B. (2023). Hajatan pernikahan: Dari nilai-nilai tradisi dan dampak ekonominya. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 3(02).
Syawalani, R., Herawati, E., & Jubaedah, L. (2023). Analisis tata upacara perkawinan adat Sunda pada masyarakat suku Sunda Di Kota Bogor. Jurnal Adijaya Multidisplin, 1(02), 448-455.
Tantu, A. (2013). Arti pentingnya pernikahan. Al-Hikmah Journal for Religious Studies, 14(2), 199-208.
Tuapattinaya, Y. I. F., & Hartati, S. (2014). Pengambilan keputusan untuk menikah beda etnis: Studi fenomenologis pada perempuan Jawa. Jurnal Psikologi Undip, 13(1), 34–41.
Uyun, N. (2023). Membaca mitos dan tradisi dalam konflik perkawinan beda etnis. Populika, 11(1), 23-33.
Wulandari, I. K., & Sulistyowati, S. (2023). Ekspresi bahasa dalam toponimi: Studi kasus di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 211-220.
Copyright (c) 2025 Azizah Nur Fadilah, Dika Raihan Batara, Ghina Hanifah, Nasibah Huriyyatul Jannah, Ramdani Ardiansyah, Yoga Bonvilio Brady Yanwas, Mamat Supriatna, Aam Imaddudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
By submitting the article/manuscript of the article, the author(s) agree with this policy. No specific document sign-off is required.
License
The use of the article will be governed by the Creative Commons Attribution license as currently displayed on Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Author(s)' Warranties
The author warrants that the article is original, written by the stated author(s), has not been published before, contains no unlawful statements, does not infringe the rights of others, is subject to copyright that is vested exclusively in the author and free of any third party rights, and that any necessary written permissions to quote from other sources have been obtained by the author(s).
User/Public Rights
Under the Creative Commons license, users are allowed to copy, distribute, display, and perform the work. Users will also need to attribute authors on distributing works in the journal and other media of publications. Unless otherwise stated, the authors are public entities as soon as their articles got published.
Rights of Authors
Authors retain all their rights to the published works, such as (but not limited to) the following rights;
- Copyright and other proprietary rights relating to the article, such as patent rights,
- The right to use the substance of the article in own future works, including lectures and books,
- The right to reproduce the article for own purposes,
- The right to self-archive the article,
- The right to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the article's published version (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Co-Authorship
If the article was jointly prepared by more than one author, any authors submitting the manuscript warrants that he/she has been authorized by all co-authors to be agreed on this copyright and license notice (agreement) on their behalf, and agrees to inform his/her co-authors of the terms of this policy. The journal will not be held liable for anything that may arise due to the author(s) internal dispute. The journal will only communicate with the corresponding author.
Royalties
Being an open accessed journal and disseminating articles for free under the Creative Commons license term mentioned, author(s) aware that the journal entitles the author(s) to no royalties or other fees.
Miscellaneous
The article will be published in the journal if the article’s editorial process is successfully completed. The editors may modify the article to a style of punctuation, spelling, capitalization, referencing, and usage that deems appropriate. The author acknowledges that the article may be published so that it will be publicly accessible and such access will be free of charge for the readers.











