Analisis Asesmen Diagnostik Nonkognitif terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang

  • Anjelia Rikha Apriliyana Universitas PGRI Semarang, Indonesia
Keywords: asesmen diagnostik nonkognitif, pembelajaran bahasa Indonesia, preferensi gaya belajar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang, guna memahami preferensi belajar, perspektif siswa, dan kecenderungan pengerjaan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dari 94 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (92%) memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Preferensi gaya belajar siswa terbagi menjadi praktik (39%), auditori (36%), dan membaca (25%). Selain itu, 60% siswa lebih menyukai tugas individu, sementara 40% lainnya lebih memilih tugas kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran multimodal dan keseimbangan antara tugas individu dan kelompok untuk menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang relevan, serta untuk pengembangan asesmen diagnostik yang lebih terarah di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Armini, N. K. (2024). Evaluasi Metode Penilaian Perkembangan Siswa dan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka Pada Sekolah Dasar. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(1), 98–112. https://doi.org/10.37329/metta.v4i1.2990

Fahmi, M. I., Wahyu, D., Aisyah, S. A., Harto, K., & Suryana, E. (2023). Implementasi Asesmen Diagnostik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Ogan Komering Ulu. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 12(2), 184–197.

Gutawa, N. A., Dharmayana, I. W., & Saparahayuningsih, S. (2024). Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Tingkat Prokrastinasi Siswa. Onsilia: Jurnal Ilmiah BK, 7(3), 53–62.

Mustika Hati, S. (2021). Efektivitas Penggunaan Aplikasi Quizizz dalam Melakukan Assesment Diagnostik Non Kognitif Siswa Kelas 12 IPS Lintas Minat di SMA YPHB Kota Bogor. Arus Jurnal Pendidikan, 1(3), 70–76. https://doi.org/10.57250/ajup.v1i3.22

Puspita, K. A., & Tirtoni, F. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Lectura : Jurnal Pendidikan, 14(1), 85–98. https://doi.org/10.31849/lectura.v14i1.12031

Putri, N., Aprida, O., Warlizasusi, J., Sahib, A., & Destriani, D. (2024). Peran Supervisi dalam Meningkatkan Kualitas Manajemen Pendidikan Islam di Sekolah. Berkala Ilmiah Pendidikan, 4(3), 550–563.

Rahmawati, S., Qamariah, Z., Mirza, A. A., & Sabarun, S. (2024). Morphology for ELT in Action: Penguatan Kosakata dan Literasi Bahasa Inggris Bagi Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(4), 816–822. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i4.896

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumarsono, S., Sabri, I., & Suryandoko, W. (2024). Peningkatan Kreativitas dalam Pembelajaran Seni Budaya Melalui Pemanfaatan Multimedia Interaktif. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 7(2), 2071–2075.

Published
2025-05-24
How to Cite
Apriliyana, A. R. (2025). Analisis Asesmen Diagnostik Nonkognitif terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 824-830. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1575
Section
Articles