Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis

  • Yohanes Lose Dasilva STKIP Abdi Wacana Wamena
  • Sutarman Borean STKIP Abdi Wacana Wamena
  • Lemurah Wenda STKIP Abdi Wacana Wamena
  • Paramma Paramma STKIP Abdi Wacana Wamena
Keywords: Frasa penolakan, bahasa Walak, Sintaksis, Linguistik daerah, Papua

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, Hasan, dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. (2015). Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chrysan, Meydita & Mujianto, Gigit. (2020). Basilek sebagai Representasi Kekuasaan dan Keakraban dalam Tutur Penolakan pada Interaksi Jual-Beli Pasar Tradisional. Jurnal Skripta, 6(2), 1-15, https://journal.upy.ac.id/index.php/skripta/article/view/930/706

Djajasudarma, Fatimah. (1993). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Eresco.

Hasibuan, Ibnu Hajan. (2020). Bentuk Negasi dalam Bahasa Mandailing Panyabungan. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 11(2), 195-204, http://dx.doi.org/10.31503/madah.v11i2.230

Isu, R. J. (2018). Pemarkah Sangkalan fa dalam Bahasa Dawan (Sebuah Kajian Awal). Ciencias: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 1(1), 124–134, https://doi.org/10.70942/ciencias.v1i1.22

Kridalaksana, Harimurti. (2001). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Leech, Geoffrey. (1983). Principles of Pragmatics. London: Longman.

Masfufah, N. (2017). Bentuk Negasi dalam Bahasa Banua di Kalimantan Timur (Negation Forms in Banua Language in East Kalimantan). SAWERIGADING, 23(1), 71—79, doi:https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.193

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nababan, P.W.J. (1987). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Ramadhini, I. Z., Idris, N. S., & Fadlilah, A. (2021). Tuturan Negasi Anak dalam Lingkungan keluarga (Kajian Pragmatik). Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, 3(1), 1-10, https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_Antologi_Ind/article/view/40950/17211

Ramlan, M. (1987). Sintaksis. Yogyakarta: UGM Press.

Rasul, Faisal. (2016). Bentuk-Bentuk Negasi Bahasa Muna. Jurnal Humanika 16(1), https://ojs.uho.ac.id/index.php/HUMANIKA/article/view/688/0

Satyawati, Made Sri. (2014). Bentuk dan Fungsi Operator Bahasa Bima (Form and Function of Bima Language Operator). Mozaik: Jurnal Unair, 14(2), https://journal.unair.ac.id/MZK@form-and-function-of-bima-language-operator-article-10108-media-19-category-8.html

Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syafar, D. N. (2016). Negasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal Arbitrer, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.25077/ar.3.1.1-11.2016

Syam, F.M., Daeng, K. & Azis. (2022). Tindak Tutur Penolakan dalam Interaksi Masyarakat Bugis di Pasar Cabbengnge Kabupaten Soppeng. HUMAN: South Asean Journal of Social Studies, 2(2), 77-93, https://doi.org/10.26858/human.v2i2.37063

Tangkas, Made Reland Udaya & Suari, A.A.P. (2023). Pemertahanan Bahasa Bali Dialek Nusa Penida sebagai Sumber Konten Kreatif: Kajian Sosiolinguistik Kanal YouTube Alit Werdi Suputra. Jurnal kajian Bali, 13(2), 541-566, DOI: https://doi.org/10.24843/JKB.2023.v13.i02.p08

Tarecha, R. I., Wahyudi, F., & Jannah, U. M. (2022). Penanganan Negasi dalam Analisa Sentimen Bahasa Indonesia. JUSIFOR: Jurnal Sistem Informasi Dan Informatika, 1(1), 51–58. https://doi.org/10.33379/jusifor.v1i1.1276

Tarigan, Henry Guntur. (1986). Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Wardani, Maria Magdalena Sinta & Huiye, Zhang. (2016). Negasi dalam Bahasa Iban. SINTESIS: Jurnal Ilmiah Kebudayaan, 10(2), 72-142, DOI: https://doi.org/10.24071/sin.v10i2.918

Yule, George. (2006). The Study of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Published
2025-05-27
How to Cite
Yohanes Lose Dasilva, Sutarman Borean, Lemurah Wenda, & Paramma, P. (2025). Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 860-866. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1573
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)