Distopia Tokoh Utama dalam Cerpen Dua Wajah Ibu Karya Guntur Alam: Gaya Bahasa sebagai Cermin Identitas Masyarakat

  • Khoerul Anam Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
  • Eko Prasetyo Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Indonesia
Keywords: Gaya bahasa, identitas sosial, urbanisasi, distopia, William Labov.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dan representasi identitas sosial tokoh utama dalam cerpen "Dua Wajah Ibu" karya Guntur Alam. Cerpen ini mengisahkan perjalanan Mak Inang, seorang perempuan tua yang merantau ke Jakarta dan menjadi distopia yang jauh dari kehidupan ideal tokoh Mak Inang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis untuk mengidentifikasi dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen, serta bagaimana gaya bahasa tersebut merepresentasikan identitas sosial tokoh utama. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumen baca simak catat pada data gaya bahasa dan identitas tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen, yaitu personifikasi (2 data), metafora (2 data), simile (2 data), repetisi, ironi, hiperbola, alegori, antitesis, pleonasme, alusio, ironi situasional, dan tautologi (masing-masing 1 data). Gaya bahasa tersebut tidak hanya memberikan efek estetika, tetapi juga mencerminkan identitas sosial dan pengalaman hidup Mak Inang sebagai seorang urban. Melalui perspektif William Labov, penelitian ini menemukan bahwa gaya bahasa dalam cerpen mampu merepresentasikan konflik sosial, kehidupan urban, ketidaknyamanan sosial, ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan, konflik identitas, beban sosial, perjuangan sosial, dan kekecewaan sosial yang dialami oleh Mak Inang. Jakarta, yang awalnya diharapkan sebagai tempat yang menjanjikan, justru menjadi rimba kehidupan yang keras dan tidak ramah bagi Mak Inang. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara gaya bahasa dan identitas sosial, khususnya dalam konteks migrasi dan urbanisasi, serta bagaimana sastra dapat merefleksikan realitas sosial yang kompleks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, Guntur. (2012). Dua Wajah Ibu. Diakses pada 19 Maret 2025, pukul 20.00 WIB dari https://cerpenkompas.wordpress.com/2012/08/05/dua-wajah-ibu/#more-1623
Abrams, M.H. (1999). A Glossary of Literary Terms. 7th Edition. Boston: Heinle & Heinle.
Chaer, Abdul. (2022). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Labov, William. (1966). The Social Stratification of English in New York City. Washington, D.C.: Center for Applied Linguistics.
Labov, William. (1972). Sociolinguistic Patterns. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Mahsun. (2020). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Rajawali Pers.
Nurgiyantoro, Burhan. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Romaine, Suzanne. (2022). Language in Society: An Introduction to Sociolinguistics. Oxford: Oxford University Press.
Smith, John. (2021). Sociolinguistics: A Resource Book for Students. London: Routledge.
Trudgill, Peter. (2020). Sociolinguistics: An Introduction to Language and Society. 5th Edition. London: Penguin Books.
Wijana, I Dewa Putu. (2021). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
2025-03-31
How to Cite
Anam, K., & Prasetyo, E. (2025). Distopia Tokoh Utama dalam Cerpen Dua Wajah Ibu Karya Guntur Alam: Gaya Bahasa sebagai Cermin Identitas Masyarakat. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(1), 380-393. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1430
Section
Articles