Kajian Ekokritik Sastra pada Cerita Pendek Berbahasa Jawa “Sendhang Bulusan” Karya Endang TS

Keywords: ekokritik, cerita pendek, sastra, Sendhang Bulusan

Abstract

Adanya hubungan karya sastra dengan lingkungan memunculkan sebuah konsep kritik sastra yang disebut ekokritik. Ekokritik muncul dalam berbagai jenis karya sastra, tidak terkecuali dalam karya sastra Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan tentang ekokritik sastra dalam karya sastra Jawa berjenis cerita pendek berjudul Sendang Bulusan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah sebuah cerpen karya Endang TS yang berjudul Sendang Bulusan. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kritik lingkungan yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung dalam cerita pendek Sendang Bulusan. Pemunculan ekokritik tersebut diwujudkan dalam representasi alam berupa kehidupan di sekitar sebuah telaga, representasi tumbuhan berupa pohon beringin, serta representasi hewan dalam wujud hewan penyu atau bulus. Representasi ekokritik tersebut disampaikan dalam 3 wujud, yaitu: (1) latar tempat berupa gambaran alam dalam cerkak, (2) pensakralan alam berupa pohon dan penyu yang disakralkan, dan (3) pelogisan pensakralan alam sebagai upaya menjaga lingkungan. Penulis berusaha menyampaikan ekokritik terhadap pensakralan lingkungan dan entitas yang hidup di lingkungan tersebut, termasuk hewan dan tumbuhan, yang mana mempunyai dampak positif maupun negatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abror, M., & Sabila, S. A. N. (2025). Ekokritik Greg Garrard Pada Puisi D. Zawawi Imron Analisis Tema Dan Simbolisme Alam. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 291–298. https://doi.org/10.53769/DEIKTIS.V5I1.1377

Ahmadi, R. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Ar-Ruzz Media.

Aminuddin. (1995). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Sinar Baru Algesindo.

Arianto, B., Sayuti, S. A., & Efendi, A. (2021). A study of ecocriticism on the representations of ecological conditions in Rawa Gambut. Studies in English Language and Education, 8(3), 1267–1284. https://doi.org/10.24815/siele.v8i3.19816

Dewi, N. (2016). Ekokritik dalam Sastra Indonesia: Kajian Sastra yang Memihak. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(1), 19–37. https://doi.org/10.14421/ajbs.2016.15102

Endang TS. (2018). Majalah Panjebar Semangat . PT. Pancaran Semangat Jaya.

Endraswara, S. (2016). Ekokritik Sastra. Konsep, Teori, dan Penerapan. Morfalingua.

Febriyanti, N. E., Zulianto, S., & Setiawan, B. (2024). KAJIAN EKOKRITIK DALAM NOVEL SOKOLA RIMBA KARYA BUTET MANURUNG DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 11(2), 526. https://doi.org/10.20961/basastra.v11i2.72483

Guzali, Y., Ali, M., Harun, W., Tayeb, N. S., Taumbung, N. S., & Kadir, H. (2024). Kritik Lingkungan pada Naskah Drama “Dhemit” Karya Heru Kesawa Murti. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 14(2), 2024. https://doi.org/https://doi.org/10.37905/jbsb.v14i2.27115

Hadi, S., Kusumaningsih, D., Eka F, N. A., Karomah, S., Ernawati, L., & Kamalia, A. L. (2023). Kerancuan Akhlak Beragama Cerita Pendek Anak Profil Pelajar Pancasila Buku Teks Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual, 7(2), 286. https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v7i2.703

Jannah, R. (2023). Etika Lingkungan Sastra Digital Madura serta Pemanfaatannya dalam Pembelajaran. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.11770

Khomisah. (2020). Ekokritik (Ecocriticism) Dalam Perkembangan Kajian Sastra. Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 17(1), 83–94. https://doi.org/10.15575/AL-TSAQAFA.V17I1.6032

Lahtinen, T., & Löytty, O. (2024). On the Limits of Empirical Ecocriticism: Empathy on Non-Human Species and the Slow Violence of Climate Crisis. Green Letters, 28(1–2), 77–90. https://doi.org/10.1080/14688417.2024.2403416

Larasati, M. M. B., & Manut, A. M. (2022). Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam dalam 50 Cerpen Tani Karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 715–725. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1967

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3 ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (1988). Metode Penelitian Kualitatif. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Purnama, W. T., & Widihastuti, R. A. (2025). Pembacaan Serat Tetanen Jawi dalam Perspektif Ekokritik. Deiksis, 17(1), 45–59. https://doi.org/10.30998/DEIKSIS.V17I1.24444

Ramadhan, Z. F., Juanda, J., & AJ, A. A. (2023). Narasi ekologi bahari dalam Pemanggil Kematian karya Jemmy Piran: Kajian ekokritik Buell. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 5(1), 40–62. https://doi.org/10.15642/suluk.2023.5.1.40-62

Saputra, R., & Abror, M. (2024). Perspektif Ekokritik Kiki Sulistyo dalam Cerpen Pohon-pohon Jalan Protokol. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(4), 576–582. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i4.1026

Semi, M. A. (1993). Metode Penelitian Sastra. Gadjah Mada University Press.

Sutisna, A. R. (2021). Kajian Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana. UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra, 17(2), 185. https://doi.org/10.26499/und.v17i2.3459

Zulfa, A. N. (2021). TEORI EKOKRITIK SASTRA: KAJIAN TERHADAP KEMUNCULAN PENDEKATAN EKOLOGI SASTRA YANG DIPELOPORI OLEH CHERYLL GLOTFELTY. Lakon : Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 10(1), 50. https://doi.org/10.20473/lakon.v10i1.29774

Published
2025-04-28
How to Cite
Rianda, A. M., & Makincoiri, M. (2025). Kajian Ekokritik Sastra pada Cerita Pendek Berbahasa Jawa “Sendhang Bulusan” Karya Endang TS . DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 5(2), 586-595. Retrieved from https://www.dmi-journals.org/deiktis/article/view/1428
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)